Pakaian Adat Maluku dan Seragam Raja

Pakaian Tradisional Maluku – Maluku adalah provinsi yang memiliki sejarah sejarah terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Semua sejarah Maluku semuanya dicatat secara tertulis pada tablet tanah liat di Mesopotamia.

Kalaupun ada kutipan yang mengatakan bahwa kepulauan Maluku adalah negara yang sangat kaya di timur. Berbagai aset alami seperti emas, cengkeh, dan mutiara memang diproduksi dari daerah di dunia internasional yang disebut Maluku.

Tidak hanya dari kekayaan alamnya, pakaian tradisional Maluku juga telah dikenal masyarakat internasional karena keindahannya. Baiklah dalam artikel ini kita akan membahas pakaian adat saya dan keunikannya.

Baca Juga: Pakaian Kantor

Sekilas tentang Pakaian Adat Maluku

yppm-maluku.com

Nilai-nilai budaya yang hingga kini dimiliki oleh leluhur dan adat-istiadat orang Maluku masih sangat kental karena mungkin ada begitu banyak ukiran sejarah di dalamnya. Salah satu budaya malu yang telah dikenal dunia adalah pakaian tradisional

Kemeja cele, juga dikenal sebagai kain salele, adalah pakaian tradisional Melayu saya yang memiliki nilai estetika dan filosofis yang sangat tinggi. Meskipun sederhana dan cara menggunakannya tidak sesulit pakaian tradisional provinsi lainnya di Indonesia. Pakaian tradisional ini dianggap mewakili karakteristik semua suku asli di Kepulauan Maluku.

Warna Kemeja cele berwarna merah cerah dengan motif garis geometris atau perak tambahan. Bahan kainnya cukup tebal dan nyaman saat digunakan. Khusus untuk pakaian tradisional Maluku untuk wanita, pakaian cele umumnya dikenakan dengan sarung tenun atau kebaya berwarna sama.

Sedangkan untuk pria, kemeja cele memiliki bentuk jas dan dipadukan dengan kemeja sebagai bagian dalam. Untuk bawahan menggunakan celana formal putih atau hitam. Sedangkan untuk alas kaki, baik pria maupun wanita umumnya menggunakan sepatu hitam sebagai pilihan utama.

Aksesori Pakaian Tradisional Maluku

indonesiakaya.com

Khusus untuk pakaian adat saya untuk wanita, ada beberapa aksesoris yang biasanya digunakan untuk ornamen tambahan dan penambah keindahan. Beberapa aksesoris yang ditambahkan untuk wanita termasuk:

1. Konde

Dalam bahasa Maluku kondisi ini dikenal sebagai Haspel. Conde yang dikenakan oleh wanita adalah pelengkap pakaian tradisional Maluku. Conde ini tidak berbeda dengan bahan lainnya. Hanya saja warna yang dimiliki kondisi Maluku saya istimewa, yaitu berwarna emas atau perak.

2. Sis Kuping

Secara umum, roti dipadukan dengan 4 potong telinga yang berbentuk seperti bunga. Menyisir rambut. Sisir rambut yang kemudian diletakkan di tengah ranjang. fungsinya menjaga kondominium agar tetap rapi.

3. Bunga Ron

Asesoris ini terbuat dari gabus atau papeceda yang dilingkari dalam sanggul.

4. Kain Lenso.

Kain Lenso adalah saputangan yang digunakan dan direkatkan ke bahu seorang wanita menggunakan pin. Banyak yang menyebutkan penggunaan kain lenso untuk pakaian tradisional Maluku disebabkan karena pengaruh budaya dari Belanda.

Secara umum, pakaian tradisional Maluku hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu. Orang Maluku hanya menggunakan pakaian tradisional ini ketika upacara tradisional, seperti upacara Pencucian Tanah, upacara Panas Pela, atau Pelantikan Raja.

Namun, saat ini pakaian cele sudah banyak dan banyak orang akan menggunakannya sebagai pakaian resmi dalam upacara pernikahan atau saat beribadah pergi ke gereja.

Baca Juga: Warfare

Jenis-jenis Pakaian Tradisional Maluku

SDN3-srobyong.blogspot.com

Selain pakaian cele, masyarakat Maluku sebenarnya memiliki beberapa pakaian tradisional lain yang sangat sering digunakan dalam kehidupan dan budaya rakyatnya. Beberapa pakaian tradisional Maluku adalah:

1. Kebaya Putih lengan panjang

Pakaian adat yang satu ini terbuat dari brokat dengan warna putih. pada zaman kuno itu digunakan oleh wanita tertentu, seperti wanita kerajaan, pendeta, guru atau bangsawan.

Lengan panjang kebaya putih memiliki beberapa aksesoris, seperti kancing di tangan, bordir di belakang, kancing depan, karkupeng, kaus kaki putih, sanggul berbentuk busur, dan alas kaki dan canela putih.

2. Gereja Kebaya Hitam

Kebaya hitam gereja adalah kebaya lengan panjang yang terbuat dari brokat hitam dikombinasikan dengan sarung bawahan dari kain brokrat juga. Beberapa aksesoris seperti lenso, kaus kaki putih, black canela, dan moon bun yang dilengkapi dengan haspel (jepit rambut) biasanya juga digunakan sebagai pelengkap dan penambah nilai estetika.

Sesuai namanya, pakaian ini hanya digunakan secara umum untuk pakaian ibadah gereja.

3. Baniang Putih

Baniang putih adalah pakaian tradisional Maluku tengah yang khusus untuk pria. Pakaian ini adalah kemeja dengan leher bulat yang memiliki kancing putih. Merenung putih umumnya digunakan untuk pakaian dalam.

4. Tari Kebaya

Kebaya dansa adalah pakaian adat Melayu yang khusus digunakan selama perayaan pesta rakyat. Pakaian tradisional Maluku ini terdiri dari kemeja leher bulat tanpa kancing. Kain yang digunakan untuk membuat kemeja tari adalah jenis kain polos kecil yang sedang berkembang. Kebaya ini sangat berbeda dengan baniang putih, tarian kebaya dapat digunakan oleh pria atau wanita.

5. Kemeja Miss Rok

Dan jenis terakhir kostum tradisional saya adalah Miss Skirt. Pakaian ini hampir sama dengan kebaya lengan panjang kebaya yang terbuat dari brokat halus dengan rok bermotif bunga kecil.

Rok Miss biasanya dikenakan penuh dengan semua aksesori dalam bentuk ikat pinggang perak (peding), haspel, bun (moon condes), dan berbagai peralatan lainnya seperti yang digunakan dalam pakaian cale.

Juga Baca: Pakaian Bayi Lucu

Keunikan Pakaian Tradisional Maluku

Untuk wanita, ada sejumlah tambahan lainnya untuk Pakaian Adat ini. Yang pertama adalah roti. Sebenarnya conduit yang digunakan adalah conde yang mirip dengan kondominium di Jawa pada umumnya, kecuali ada beberapa perbedaan pada aksesoris pendukung kondominium.

Jahitan ini dibuat menyerupai emas dan perak yang disebut Haspel. Asesoris ini juga dipadukan dengan 4 buah telinga, berbentuk seperti bunga. Jangan lupa sisir condes diletakkan di tengah kondominium. lalu uang Ron dilingkari dalam sebuah conde dan biasanya terbuat dari gabus.

Hal menarik berikutnya yang dapat kita temukan dalam pakaian tradisional Melayu saya adalah kain Lenso. Kain ini sebenarnya adalah kain sapu tangan yang diletakkan di pundak sebagai aksesori pakaian. Biasanya kain Lenso ini direkam menggunakan pin.

Keberadaan kain Lenso ini sebenarnya adalah tradisi yang memiliki pengaruh dari budaya Belanda. Jika kita melihat wanita Belanda atau Eropa pada umumnya di masa lalu, biasanya mereka selalu membawa sapu tangan di satu tangan sebagai aksesori yang melengkapi pakaian utama.

Ya … begitulah kami membahas tentang pakaian tradisional asli saya. mungkin jika ada kesalahan dalam penjelasan, mohon maafkan dan benarkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. terima kasih banyak atas kunjungan Anda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *